Sadar atau tidak, ekspresi foto sombong adalah ekspresi yang banyak dipilih orang ketika akan berfoto.

Apakah kamu juga begitu?

Tampak sombong mungkin sesuatu yang negatif di mata orang. Tapi beginilah yang orang-orang pakai saat berekspresi di depan kamera.

Menurutku pribadi, mengatur citra kita dari penampilan sombong itu bukan masalah, yang penting adalah keadaan asli hati kita.

Sombong atau tidak, ditentukan dari dalam hati.

Kemudian, langsung saja simak hal-hal menarik yang bisa kalian dapatkan dari foto dengan pose sombong.



1. Terhindar dari Pose Alay

Ekspresi sombong cenderung hanya diam di depan kamera, bibir datar, mata menusuk tajam, tapi ada aura sombong di sana.

Itu lah hal yang menarik. Tidak berekspresi lebih tapi aura yang keluar sudah cukup menjelaskan suasana di dalam foto tersebut.

Ketika Anda berekspresi demikian, kalian tidak ada lagi pose lidah keluar dari sela bibir, mata ngedip sebelah, bibir mengerucut, ataupun hidung yang dibuat layaknya babi.


2. Ketika Berekspresi Sombong Kalian berada di tengah-tengah Situasi

Ini menurutku pribadi.

Saat kita berekspresi sombong, aku atau kamu berada di tengah posisi lucu dan kalem.

Kebanyakan orang foto adalah untuk terlihat kalem (cantik/tampan) dan terlihat lucu. Bila yang kalian pilih adalah ekspresi sombong, kamu berada di antara kedua itu.

Lucu tidak, kalem tidak, tapi sombong!

Apa sih :D

Maksudnya itu netral. Tidak bermakan ingin melucu atau tebar pesona oleh ketampanan atau kecantikan.

Karena pose sombong hanyalah diam menatap kamera dengan mata menyorot tajam.

3.Dibanding Senyum, Hasil Lebih Menarik Bila Kamu Berekspresi Sombong

Kecuali kalau kamu punya lesung pipi.

Lihat bagaimana orang-orang mengambil foto. Terasa lebih enak dipandang kalau foto yang dipandang itu ekspresi bukan senyum.

Apa kalian tidak merasa aneh? Cobalah menatap foto yang tersenyum selama mungkin. Rasanya pasti lama kelamaan aneh dengan senyum itu.

Kalau aku pribadi, tidak nyaman melihat foto orang senyum.

Maksudnya di sini adalah bukan foto senyum alami ya. Karena kebanyakan orang-orang tersenyum palsu di depan kamera.

Foto senyum yang dipaksa hasilnya benar-benar buruk. Lebih baik sombong, dibanding memperlihatkan kepalsuan.

Artikel ini dibuat karena alasan pribadi penulisanya yang suka kesal melihat foto yang isinya manusia berpose sok-sok foto manis dengan senyum mereka padahal itu senyum kepalsuan.